Beranda Arsip Tentang

PERKARA PERIFERAL ⋆˚꩜。

TENTANG SAYA

Halo, saya Nurul(she/her). Akar saya tertanam di Bitung, Sulawesi Utara, namun hari-hari saya kini meluruh di Tangerang Selatan, Banten. Kini saya bergerak di antara pekerjaan sebagai asisten peneliti dan mahasiswa magister. Ruang ini saya rawat sebagai tempat pelarian yang sadar—sebuah laboratorium kecil untuk menampung pikiran-pikiran yang kerap menolak tunduk pada satu format baku, sekaligus cara saya menjaga kewarasan di tengah riuhnya hari-hari.

POSISIONALITAS

Saya tidak meniatkan blog ini sebagai tempat untuk memamerkan kesimpulan yang tuntas. Ia adalah ruang kerja seorang pembelajar yang tengah mencoba memahami satu hal, yaitu, mengapa rancangan kebijakan yang tampak rapi dan tanpa cela di atas kertas selalu limbung begitu berbenturan dengan kenyataan di lapangan. Saya menamai ruang ini Perkara Periferal untuk mengingatkan diri sendiri agar terus melihat ke pinggiran—ke tempat-tempat di mana siasat-siasat kecil bertahan di luar jangkauan kuasa.

Aturan harus diperas lewat tafsir, prosedur dipaksa menyesuaikan diri, dan praktik-praktik liyan yang tak pernah ada dalam rencana awal lalu muncul. Itu adalah siasat paling dasar agar kebijakan yang kaku bisa tetap bekerja di atas realitas yang liat. Di sini, periferalitas bukan sekadar perkara jarak tempuh dari pusat-pusat kekuasaan. Ia adalah sebuah kondisi struktural, sebuah ruang di mana komunitas, lembaga, atau kelompok sosial terlempar dari radar utama sistem yang terpusat. Dalam titik buta ini, kenyataan-kenyataan lokal sering kali gagal terbaca oleh kategori dan alat administratif yang kaku. Akibatnya, kebijakan dirancang di atas asumsi yang tak pernah benar-benar menyentuh medan yang nyata.

Pilihan cara melihat ini tidak lahir di ruang hampa. Saya menyadari bahwa identitas dan posisi seseorang menentukan kepekaannya terhadap retakan-retakan kekuasaan. Karena itulah, amatan di ruang ini mengambil sikap untuk berdiri dalam solidaritas bersama kelompok-kelompok yang termarjinalkan—menentang segala bentuk kekerasan sistemik. Alih-alih memandang kelompok marjinal sebagai korban pasif yang perlu ditolong dari atas, amatan ini menempatkan mereka sebagai agen aktif yang memegang otonomi penuh atas dunia kesehariannya.

Blog ini adalah upaya untuk menelusuri persinggungan-persinggungan itu. Alih-alih memandang implementasi kebijakan sebagai sekadar kepatuhan buta terhadap aturan, saya memilih melihat bagaimana para aktor di periferal bekerja, menafsirkan ulang, menyesuaikan, atau bahkan sengaja mengabaikan instruksi pusat. Namun, saya juga harus jujur pada batas-batas kacamata yang saya kenakan; di mana hari ini saya berada di dalam ekosistem akademik. Menyadari privilese posisi saya adalah keharusan agar amatan saya tidak tergelincir menjadi romantisasi, melainkan tetap tajam, kritis, dan jujur.

ETOS PENULISAN

Lebih lanjut, blog ini berfungsi sebagai jurnal penelitian sekaligus catatan harian pribadi, dan sebuah kebun digital—tempat di mana gagasan disemai dan dirawat selagi saya menempuh program pascasarjana (atau barangkali menemukan jalur lain di luarnya). Saya sengaja menulis sebagian besar catatan dalam bahasa Indonesia agar tetap menyentuh tanah dan berakar pada konteks lokal dengan refleksi dalam bahasa Inggris yang hadir kemudian, sekadar untuk memberi jarak dan perspektif komparatif yang lebih luas.

Mengadopsi etos kebun digital, tulisan-tulisan di sini adalah dokumen yang bernapas. Catatan tidak dipublikasikan sebagai artikel sekali-jadi yang kaku dan dingin, melainkan direkam sebagai proses berpikir yang terbuka—untuk disiram, dipangkas, atau diperbarui seiring bertambahnya pengamatan.

Bukan sebagai panggung ilmiah yang menuntut jarak dingin antara pengamat dan objeknya, saya tak berniat memamerkan argumentasi yang rapi dengan tumpukan catatan kaki. Bagi saya, kenyataan selalu terlalu riuh untuk ditangkap oleh teori yang jinak. Oleh sebab itu, catatan-catatan di sini adalah jejak-jejak yang fragmentaris, tempat di mana teori-teori besar dibenturkan dengan absurditas keseharian, tanpa tuntutan untuk selalu menemukan kesimpulan yang tuntas.

Meski blog ini dibuat untuk membedah minat penelitian utama saya secara mendalam, saya juga menyediakan ruang bagi hal-hal yang tampak sepele. Bagi saya, urusan-urusan remeh ini adalah siasat harian untuk tetap berdaulat, sebuah upaya untuk menjaga jarak dari narasi-narasi besar yang sering kali abai terhadap detail yang kecil dan yang nyata.

Sebagai wilayah yang berdaulat, yang sengaja saya lepaskan dari beban profil profesional, ruang kerja ini merawat kebebasan saya untuk keliru, untuk tampil apa adanya, dan untuk tetap kritis. Seluruh catatan di sini adalah milik pribadi, berdiri murni di luar garis institusi mana pun. Demi menjaga keaslian jejak manusia di dalamnya, saya sepenuhnya menolak penggunaan alat generatif untuk menggantikan proses berpikir dan menulis.

KOLOFON

Saya mendesain blog ini dengan pengetahuan teknis saya terkait coding yang amat sangat terbatas, sekadar sisa-sisa ingatan dari masa sekolah menengah pertama ketika saya gemar merambah dan mengutak-atik tampilan MySpace, Friendster, atau Blogger. Keterampilan ala kadarnya itu belakangan saya peroleh kembali lewat latihan ringkas di freeCodeCamp serta hasil tersesat membaca lembar-lembar tutorial buatan warga di sudut Neocities, Nekoweb, dan situs-situs dengan materi belajar lainnya.

Keinginan merawat situs sendiri, tumbuh pertama kali saat saya menemukan gagasan Indie Web. Di tengah kepungan jejaring sosial modern yang serba seragam dan bising, blog ini adalah ruang untuk mengendapkan pikiran serta mengambil jarak dari cengkeraman algoritma, sepetak tanah yang sengaja saya pancangkan agar tetap berdaulat di belantara digital.

Seluruh arsitektur di balik blog ini dirancang untuk menyesuaikan batas kemampuan saya. Fondasi utamanya bertumpu pada Bear Blog, platform yang saya pilih karena keberpihakannya pada teks berformat markdown dan prinsip bersih dari pelacak demi menghormati privasi pembaca. Nama domainnya sendiri saya daftarkan dan kelola secara mandiri melalui Porkbun.

Di atas fondasi minimalis tersebut, tampilan dan fitur blog ini sebenarnya adalah hasil merangkai dan menambal berbagai potongan kode. Tata letaknya diadaptasi dari Itinerae, sebuah kerangka tampilan gratis yang sejatinya dibuat untuk platform situs statis seperti Neocities atau Nekoweb. Di tempat asalnya, tema ini bekerja dengan struktur berkas HTML dan CSS utuh yang bisa disunting bebas. Namun, karena Bear Blog tidak memberi akses ke berkas HTML dasar dan hanya menyediakan satu kolom CSS kustom serta kolom head directive dan footer directive, proses memindahkannya terasa seperti membongkar mesin lalu memaksanya masuk ke rangka yang berbeda.

Meskipun tampil minimalis, situs ini tetap digerakkan oleh JavaScript murni dan CSS kustom yang saya selipkan secara bertahap melalui directives tata letak tersebut. Skrip-skrip kecil ini bekerja tanpa dependensi kerangka kerja yang berat—hanya untuk menopang interaktivitas buatan tangan, seperti fungsionalitas lightbox, navigasi kustom, serta berbagai modul widget yang berada di laman beranda.

Sementara untuk mengurus basis data saya tidak berurusan dengan kerumitan instalasi database relasional. Saya memanfaatkan Notion sebagai antarmuka visual untuk menyimpan data, lalu menghubungkannya ke blog melalui Cloudflare Workers. Skrip ini bekerja di tingkat edge sebagai penjelajah tak kasat mata yang mengambil data dari Notion API, sekaligus membebaskan saya dari keharusan merawat server sendiri.

Pilihan arsitektur ini adalah jembatan paling rasional bagi kapasitas saya saat ini. Saya tidak membangunnya dari nol, melainkan mengumpulkan, memodifikasi, dan menempelkan komponen-komponen yang sudah ada agar situs ini tetap bebas dari pemeliharaan berkala yang rumit, serta ringan diakses di atas jaringan internet mana pun. Dan karena situs ini adalah ruang bermain pribadi, elemen visualnya bisa saja berubah sewaktu-waktu. Tampilan yang Anda lihat hari ini mungkin besok sudah berganti rupa karena dorongan impulsif saya untuk mencoba hal baru.

Namun, di balik semua susunan kode, kenyataannya yang tidak dapat dipungkiri adalah pengetahuan saya masih sangat dangkal. Di masa depan, saya berjanji pada diri sendiri untuk lebih serius menuntaskan daftar pelajaran freeCodeCamp, The Odin Project, dan bahan belajar lain yang telah saya markah untuk memahami logika dasar pemrograman dengan benar. Sampai hari itu tiba, blog ini akan terus berdiri sebagai laboratorium kecil—ruang tempat saya belajar, keliru, menambal ulang, dan merawat sepetak rumah sendiri di internet.

PEMBARUAN

Halaman ini terakhir kali diperbarui pada bulan Agustus 2026.